Soal Laporan Perompak Nelayan di Lampung, KKP Tinjau Lokasi

Up-011-696x464Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti menegaskan bahwa kumpulan hampir 500 massa yang berkumpul di depan kantor Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Selasa (23/8), bukan merupakan aksi unjuk rasa, tetapi para nelayan yang memohon perlindungan pada KKP.

Pasalnya, selama 3 bulan terakhir para nelayan yang melaut di Perairan Lampung telah dirugikan oleh para perompak yang menjarah hasil tangkapan mereka. Mayoritas para nelayan tersebut adalah nelayan rajungan atau kepiting.

Atas laporan tersebut, KKP akan menindaklanjutinya dengan meninjau langsung lokasi penjarahan. Hari ini pihak KKP yang diwakili oleh Plt. Dirjen Perikanan Tangkap Zulficar Mochtar berangkat ke Lampung dan akan melakukan koordinasi dengan berbagai pihak untuk menindaklanjuti kasus tersebut.

“Mereka memohon perlindungan kepada KKP. Jadi, besok pagi Pak Sekjen akan berangkat ke Polda Lampung dan akan melakukan koordinasi dengan Lantamal Lampung. Kita nanti akan membuat tim gabungan untuk mengamankan penangkapan ikan yang dilakukan nelayan,” ujar Menteri Susi saat menggelar konferensi pers di kantornya, Selasa (23/8).

Saat datang ke kantor KKP, para nelayan tersebut ditemui langsung oleh Plt. Dirjen Perikanan Tangkap, Zulficar Mochtar. Mereka mengungkapkan bahwa selama 3 bulan terakhir, mereka sudah dirampok sebanyak 86 kali.

“Mereka datang dari berbagai daerah ke KKP untuk menyampaikan aspirasi. Mereka mengeluhkan bahwa mereka yg menangkap Rajungan di wilayah Lampung mengalami masalah keamanan. Sebanyak 86 kali terjadi perampokan, kepiting mereka diambil disertai penodongan,” ungkap Zulficar.

Zulficar menambahkan, para nelayan tersebut mengalami kerugian hingga Rp25 juta setiap satu kali dijarah. Mereka dijarah sesaat setelah mereka menangkap rajungan.

“Sekali perampokan, mereka bisa merugi 1-2 ton atau seharga 25 jt rupiah. Modusnya adalah setelah mereka menangkap rajungan, mereka didekati kapal-kapal kecil dengan orang bertopeng dan langsung menodong mereka. Ini sudah 3 bulan terjadi. Mereka berharap KKP bisa membantu agar tindak kriminal tersebut bisa ditumpas,” jelas Zulficar.

“Respon kami dari KKP, kami akan koordinasi dengan pihak keamanan di Lampung agar semua bisa terkendali,” tutup Zulficar.

sumber : kkpNews

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *