AKTIVITAS PENGAWASAN

Pengawasan penangkapan ikan dilaksanakan dalam bentuk pemeriksaan kapal penangkap ikan dan kapal pengangkut hasil perikanan, yang dilakukan dengan cara pemeriksaan pada saat kedatangan kapal dan keberangkatan kapal.

Pemeriksaan meliputi pemeriksaan fisik dan dokumen kapal yang dituangkan pada form HPK A (Kedatangan), HPK B (Keberangkatan), apabila sesuai dengan persyaratan maka diterbitkan SLO (Surat Laik Operasional).

grafik

Gambar 7.     Rekapitulasi HPK di Lingkup Stasiun Pengawasan SDKP Belawan Tahun 2014

Data rekapitulasi HPK di setiap Satker lingkup Stasiun Pengawasan SDKP Belawan dapat dilihat pada tabel berikut.

Tabel 12.   Rekapitulasi HPK lingkup Stasiun Pengawasan SDKP Belawan

No UPT/Satker/Pos PSDKP TOTAL
HPK SLO
A B
1 Stasiun PSDKP Belawan 8301 9655 9655
2 Pos PSDKP Serdang Bedagai 0 0 0
3 Satker PSDKP Lampulo 1456 2106 2106
4 Pos PSDKP Sabang 0 0 0
5 Pos PSDKP Idi 1035 1035 956
6 Pos PSDKP Tapaktuan (Aceh Selatan) 0 0 0
7 Satker PSDKP Tj Balai Asahan 9378 11279 11279
8 Pos PSDKP Bagansiapi-api 366 794 794
9 Pos PSDKP Panipahan 97 97 97
10 Pos PSDKP Batu Bara 310 302 302
11 Pos PSDKP Bengkalis 0 0 0
12 Satker PSDKP Sibolga – Sumut 7578 7744 7744
13 Pos PSDKP Pulau Telo 0 0 0
14 Pos PSDKP Barus 0 0 0
15 Pos PSDKP Mandailing Natal 0 0 0
16 Pos PSDKP Sorkam Barat 0 0 0
17 Satker PSDKP Bungus 538 554 554
18 Pos PSDKP Sikakap 51 51 51
19 Pos PSDKP Carocok Tarusan 1289 1254 1162
20 Pos PSDKP Muara Padang 725 725 725
21 Pos PSDKP Air Bangis 224 224 224
22 Satker PSDKP Kuala Tungkal – Jambi 102 126 126
23 Pos PSDKP Nipah Panjang 0 0 0
24 Satker PSDKP Tanjung Pandan 1632 1954 1951
25 Pos PSDKP Manggar 0 0 0
26 Pos PSDKP Gantung 0 0 0
27 Satker PSDKP Pulau Baai – Bengkulu 1374 1428 1428
 JUMLAH 34.456 39.328 39.154

Data SDP Stasiun Pengawasan SDKP Belawan Tahun 2014

Berdasarkan tabel di atas dapat diketahui bahwa kapal yang melaporkan kedatangannya berjumlah 34.456 kapal, sedangkan yang melaporkan keberangkatannya ternyata lebih banyak yaitu 39.328 kapal, hal ini dikarenakan adanya kapal yang tidak berangkat lagi setelah mendaratkan hasil tangkapan.